Tampilkan postingan dengan label dpdpannagarut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dpdpannagarut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juni 2019

Launching HUT KE-1 PANNA, Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Garut Dipasang Stiker Anti Narkoba


Apel pagi dan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2019 yang berlangsung di lapangan Setda, Senin, 20 Mei 2019 ditandai dengan Launching “Gebyar Stiker Anti Narkoba Berhadiah” oleh Bupati Garut dan Wakil Bupati Garut. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT KE-1 DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut.
Bupati Garut Rudy Gunawan dan Wakil Bupati dr Helmi Budiman menyatakan perang terhadap narkotika dan siap mendukung HUT KE-1 DPD PANNA Kabupaten Garut dalam memberantas peredaran obat terlarang. Pernyataan tersebut disampaikan saat pelaksanaan launching penempelan stiker anti narkoba berhadiah di mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Garut.
” Kita semua harus menjadi teladan bagi masyarakat karena semua yang ada di sini harus siap menegakkan marwah dan harga diri bangsa. Begitu juga dengan obat terlarang ini, pemerintah Kabupaten Garut mendukung sepenuhnya program-program Penggiat Anti Narkoba untuk terwujud Garut Bersih dari Narkoba,” kata Bupati Garut H Rudy Gunawan usai Launching Stiker Anti Narkoba kepada Ketua Baleno Club Indonesia (BCI) Korwil Priangan Timur, Deden Somantri, didampingi pengurus DPD PANNA Garut.
Jelang HUT KE-1, DPD PANNA Garut semakin gencar mensosialisasikan bahaya Narkoba dengan berbagai sasaran. Bahkan dalam terobosannya, PANNA meluncurkan kerjasama dengan sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan, pemerintah desa/kelurahan hingga kecamatan, komunitas dan kelompok muda, rumah sakit dan perbankkan.
” Kegiatan ini akan berkelanjutan, setelah penempelan stiker ajakan stop narkoba, pada puncaknya pada tanggal 25-27 Juli 2019 nanti akan ada Deklarasi Anti Narkoba dan berbagai lomba yang diikuti oleh pelajar Se-Kabupaten Garut,” kata Ketua DPD PANNA Garut, Igie N Rukmana S Kom.
Igie menegaskan bahwa aksi penempelan stiker tersebut bukan tanpa alasan, sebab aksi yang merupakan kegiatan sesuai Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018-2019. Langkah ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat sehingga dapat membebaskan Kabupaten Garut dari peredaran narkoba.
” Tujuan utamanya kampanye pemasangan stiker adalah untuk menekan peredaran narkotika dan memutus mata rantai atau jaringan bandar yang ada di Garut. Untuk para pemilik kendaraan jika ada petugas kami yang memasang silahkan catat identitas kendaraan anda agar bisa ikut pengundian berhadiah diakhir program dan akan diundi pada perayaan HUT KE-1 PANNA Garut pada 25-27 Juli nanti,” pungkas Igie.














DPD PANNA Garut, Bentuk Kepanitiaan HUT PANNA Ke-1


Pengurus DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, menggelar rapat pembentukan panitia pelaksana (Panpel) HUT Ke-1 PANNA di Hotel Redante, Jalan Raya Samarang No.42, Desa Langensari, Tarogong Kaler, Kamis (25/04) lalu.
Dalam acara tersebut, selain Pengurus DPD dan DPC dari masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, juga hadir sebagai narasumber Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut, Janur Muhamad Bagus, dan Entertainment Garut, Memet.
Dalam pemaparannya, Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N. Rukmana, S. Kom, menyampaikan HUT Ke-1 PANNA Garut sebenarnya jatuh pada tanggal 21 April. Namun, dikarenakan berbagai hajatan besar nasional pada bulan April dan Mei seperti Pemilu dan bulan ramadhan. Sehingga rencananya akan digeser ke tanggal 27 Juni 2019.

“Persiapan HUT Ke-1 PANNA ini rencananya akan mengambil tempat di Alun-Alun Garut dengan rangkaian agenda dimulai dari upacara deklarasi pelajar se-Kabupaten Garut. Sementara di halaman Pendopo para pelajar akan memamerkan usaha kreatif dari berbagai bidang, yaitu kerajinan, desain grafis, fashion, pengembangan aplikasi dan permainan interaktif digital dan lainnya. Selain itu tentunya akan digelar penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba,” terang Igie.
Dikatakan Ketua DPD PANNA Garut, betapa bahayanya Narkoba dalam merusak generasi bangsa khususnya pelajar. Bahaya Narkoba bukan isapan jempol semata. Maka dari itu, kata Igie, sesuai dengan tema “Peduli Generasi Anti Narkoba, Pahami Mulai dari Diri Sendiri” DPD PANNA Garut akan menyatukan dan menggerakan seluruh komponen pelajar perangi narkoba untuk mewujudkan Kabupaten Garut sehat tanpa narkoba, imbuhnya.

Igie menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut yang telah membantu banyak hal tentang pemberantasan narkoba. Dia mencontohkan, setiap menggelar sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba ke daerah, Pemkab Garut melalui Wakil Bupati, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Sat Narkoba dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, kerap memfasilitasi kendaraan operasional maupun merchandise untuk peserta penyuluhan.
“Kontribusi dr Helmi Budiman sebagai Wakil Bupati Garut dan H Aas Kosasih S Ag M Si selaku Ketua Baznas Garut serta instansi lainnya membantu kerja PANNA sangat kami rasakan. Semoga sinergi yang baik ini bisa kita lanjutkan untuk seterusnya. Apalagi jelang HUT PANNA Ke-1 nanti, saya berharap bantuan dan peran sertanya akan selalu kami tunggu,” pungkasnya.










Yayasan PANNA Senantiasa Berjuang Untuk Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia



Memperingati hari jadinya yang ke-1 tahun, Sabtu-Minggu (30-31/03) kemarin, Pengurus Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Indonesia berbagi kebahagiaan bersama seribu anak yatim piatu dan duafa dari sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Dipusatkan di Lapangan Mako Pas Gegana, Kelapa Dua, Kota Depok, berbagai rangkaian acara digelar, mulai dari penampilan musik, lomba melagukan Mars PANNA, lomba menyampaikan pemaparan Visi Misi PANNA, lomba karaoke hingga mengajak anak-anak tersebut makan kambing guling bersama dengan pengurus DPP, DPW, DPD dan DPC PANNA Se-Indonesia.
Dalam acara tersebut, tampak hadir Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mewakili, Dankor Brimob Polri yang mewakili, Dan Pas Gegana Brimob Polri yang mewakili, keluarga besar Yayasan Amartha dan para Pendiri PANNA, BRM Dimas Bayu Amartha, M Zaenal Arifin, Risda Trisnawidhya, Ketua DPW Sumatera Utara, Vivian Arnie Tanjung SH beserta jajaran, Ketua DPW Jawa Barat Naftali Periwarissa beserta jajaran, Ketua DPD Kabupaten Garut, Cianjur, Bogor, Kota Bekasi beserta jajaran.
Pendiri sekaligus pembina PANNA, BRM Dimas Bayu Amartha mengatakan, perayaan hari jadi PANNA ke-1 dengan mengundang seribu anak-anak tersebut bertujuan untuk saling berbagi kebahagiaan. Dimas mengatakan, ada pesan yang juga disampaikan bahwa hidup itu harus saling mengenal, bersilahturahmi, dan jangan pernah berhenti untuk belajar.
“Kami undang sejumlah anak yatim piatu saat ulang tahun PANNA sebagai salah satu wujud rasa syukur agar kami dapat selalu dapat memberikan kegembiraan untuk semua kalangan masyarakat khususnya anak yatim dan kaum duafa.
Mungkin ini tidak seberapa dengan apa yang dilakukan PANNA tapi paling tidak ini adalah wujud kepedulian kami,” ujar BRM Dimas Bayu Amartha, Minggu (31/03).
Dalam amanahnya juga, Plt Ketua Umum ini menyampaikan bahwa PANNA senantiasa berjuang untuk kualitas hidup masyarakat Indonesia, dengan melakukan peran signifikan sesuai kemampuan yang dimiliki. Sejak awal, kata Dimas, Yayasan PANNA sudah berkomitmen untuk bersih dari narkoba dan bahkan berupaya berperan aktif dalam menjauhi bahaya narkoba.
“Kita rutin menggelar acara sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba baik di sekolah-sekolah maupun di masyarakat.
Bahkan saat ini kami fokus melakukan pemberdayaan ekonomi kreatif, Program anti Narkoba, Seni Budaya dan melawan radikalisme. Melalui santunan anak yatim dalam rangka HUT PANNA ke-1 ini, maka akan menjadi suntikan energi besar bagi PANNA untuk semakin berbuat lebih kepada masyarakat,” terangnya.
Tampak wajah ceria penuh bahagia terpancar diantara ribuan anak yatim yang berasal dari Yayasan Bonavida Singgeura Milir Bekasi, Yayasan Rindang Indonesia Depok, Warga Cimanggu, Sukaresmi dan Semplak Bogor. Acara ditutup dengan pemberian paket santunan yang diberikan oleh perwakilan BNN, Brimob, dewan pembina dan keluarga besar Yayasan Amartha serta pengurus lainnya









Jumat, 11 Januari 2019

Wabup : Tanpa Anggaran Pemerintah, PANNA Garut Getol Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Sekolah

Masyarakat mungkin sedikit mengetahui atau mendengar apa yang disebut dengan  Penggiat Anti Narkoba. Mereka adalah mitra kerja lembaga negara non kementrian Badan Narkotika Nasional (BNN) yang memiliki kemauan dengan  sukarela melakukan upaya sinergitas program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)  secara mandiri.
Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Garut yang juga Duta BNN Kabupaten Garut, dr Helmi Budiman, saat menghadiri acara Deklarasi Garut Bersih Narkoba (Garut Bersinar) yang digelar oleh DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut dan PK KNPI Kecamatan Bayongbong di Terminal Agrobisnis, Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Sabtu (05/01).
Wakil Bupati Garut bersama Forkopim Kecamatan Bayongbong foto bersama pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut.
“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap pengurus PANNA Kabupaten Garut atas pencapaian Deklarasi Garut Bersinar, kegiatan ini sangat membanggakan. Semoga kedepannya, gelora semangat dalam sebuah kebersamaan melawan penyalahgunaan narkoba bisa terbangun di seluruh lapisan masyarakat Garut,” ujar Wakil Bupati Garut.
Helmi melanjutkan, dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 pasal 104 disebutkan bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika. Jadi siapapun dapat menjadi penggiat anti narkoba, tukasnya.
Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana, S.Kom.
“Dalam kesempatan ini saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengurus PANNA yang getol menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkoba ke sekolah-sekolah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Garut. Padahal para penggiat dari PANNA ini tidak menggunakan anggaran negara baik pusat maupun daerah, mereka melakukannya dengan sukarela dan swadaya,” kata Helmi Budiman kepada awak media.
Pengurus PANNA, lanjut Helmi, telah menempuh pelatihan dan pembinaan tentang strategi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam P4GN, pengetahuan tentang rehabilitasi dan konseling dasar adiksi, pengetahuan tentang aspek hukum dalam P4GN, teknik dan metode penyuluhan serta pembuatan program P4GN di lingkungannya masing-masing, pungkasnya.

Patroli Tahun Baru Bersama Brimob, Kapolres Garut Apresiasi Penggiat Anti Narkoba dari PANNA


Jelang malam pergantian tahun 2019, para penggiat anti narkoba dari Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kecamatan Cisewu dan Caringin Kabupaten Garut, ikut melaksanakan Pengamanan (PAM) bersama Subden 4 Detasemen A Pelopor Sat Brimob Polda Jabar di Pantai Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Senin (31/12) malam.
Selain PAM, jajaran pengurus PANNA setempat sebelumnya menyerukan kepada pengendara baik roda empat maupun roda dua yang melintas agar warga tidak merayakan tahun baru dengan berhura-hura apalagi dengan menggunakan Narkoba sekaligus penggalangan dana untuk korban bencana tsunami Pandeglang Banten.
Sekretaris DPC PANNA Kecamatan Cisewu, Senci Estoria S Pd, berbincang bersama Danki Subden 4 Detasemen A Pelopor Sat Brimob Polda Jabar, AKP H Syaiful Bahri SIP di lokasi Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin, Senin (31/12) malam.
Ketua DPC PANNA Kecamatan Cisewu, Hendra Ristanta didampingi Sekretaris Senci Estoria S Pd mengatakan, aksi seperti ini sifatnya hanya imbauan, namun, dia berharap warga bisa mengetahui bahaya narkoba serta memperluas peran masyarakat dalam pencegahannya.
“Kegiatan ini himbauan dari pengurus DPD Garut. Setelah koordinasi dengan bapak Kapolsek Cisewu dan Polsek Caringin, dan juga sebagai wujud tanggung jawab kami sebagai penggiat anti Narkoba, maka kami ikut melaksanakan pengamanan bersama jajaran TNI-Polri. Karena tahun baru ini selalu identik dengan hura-hura yang menjurus pada Narkoba dan seks bebas,” katanya.
Spanduk kampanye bahaya narkoba disebar di pelosok Garut Selatan.
Hal sama dikatakan Ketua DPC PANNA Kecamatan Caringin, Agus Rahmat, dalam moment pergantian tahun ini, bersama penegak hukum pihaknya turut mengambil bagian untuk memperluas peran masyarakat dalam pencegahan Narkoba. Generasi milenial, kata Agus, harus mengambil peran terdepan dalam upaya pencegahan narkoba dan seks bebas yang sangat identik dengan perayaan tahun baru.
“Selain memasang spanduk ucapan selamat dan himbauan, kita juga ikut pengamanan sekaligus melakukan kampanye kepada pengguna jalan dan pengunjung Pantai Rancabuaya serta masyarakat Garut Selatan agar malam tahun baru dirayakan dengan menjauhi narkoba,” tandas Agus.



Danki Subden 4 Detasemen A Pelopor Sat Brimob Polda Jabar, AKP H Saeful Bahri S Pd I mengungkapkan, mengaku dalam melaksanakan PAM tahun baru bersama para penggiat anti narkoba dari PANNA dirasakan menambah silaturahmi dan kebersamaan dalam menciptakan situasi kondusifitas di wilayah Garut Selatan.
“Harapan kami agar masyarakat Garut dapat melalui pergantian tahun dengan hikmat karena adanya pengamanan yang dilakukan oleh TNI-Polri. Apalagi pada kesempatan ini kami ditemani oleh para penggiat anti narkoba dari pengurus PANNA. Mereka sangat sopan, ramah dan bersahabat, semoga kebersamaan ini terus terpelihara,” ujar AKP H Saeful Bahri.
Pengurus Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) bersama Kapolsek Caringin Resor Garut.
Sementara Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna SIK, mengapresiasi keterlibatan pengurus PANNA dalam rangka pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2018 tersebut. Menurutnya, kegiatan PANNA ini merupakan dukungan kepada Polres Garut yakni dalam rangka 7 (tujuh) Gerakan Simpatik Kabupaten Garut menyambut Tahun Baru 2019.
“Terima kasih kepada jajaran penggiat anti narkoba dari PANNA yang turut serta menciptakan Kamtibmas dalam menyongsong pergantian tahun baru 2019 agar tetap aman dan kondusif yang dilaksanakan di pusat keramaian seperti obyek vital dan di pemukiman penduduk. Ini juga sekaligus bagian dari dukungan dalam rangka mewujudkan 7 gerakan simpatik menyambut pergantian tahun,” pungkas Kapolres Garut.

Kapolda Jabar Apresiasi Pengurus PANNA Memerangi Narkoba di Kabupaten Garut


Pengurus DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut bersilaturahmi dengan Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, usai menggelar Doa Bersama dan Deklarasi dalam rangka Pemilihan Legeslatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mako Polres Garut, Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Garut, Sabtu (22/12).
Dalam pertemuan tersebut, orang nomor satu di Kepolisian Jawa Barat ini mengapresiasi kepada pengurus PANNA yang telah terlibat aktif dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Sehingga, imbuh Agung,
masyarakat mengetahui dan paham mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Ajaklah seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan melawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Polisi memerlukan kerja sama berbagai pihak, seperti salah satunya para pengurus PANNA ini,” ujar Kapolda Jabar.
Sementara Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana, mengucapkan terima kasih atas kesempatan Kapolda Jabar bersilaturahmi dengan jajarannya.
Hal ini, kata Igie, tentunya akan memotivasi para pengurus PANNA sebagai “Agen Pencegahan” penyalahgunaan narkoba baik dilingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat.
“Dengan adanya silaturahmi ini, nantinya para pengurus PANNA akan lebih giat menjadi penggerak pencegah dan memerangi narkoba di Kabupaten Garut, terutama di lingkungan masyarakat dan dunia pendidikan,” pungkas Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut.

Menyongsong 2019, PANNA dan KNPI Siap Deklarasi Garut Bersih Narkoba


Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut melalui Program Garut Taqwa, bersama DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bayongbong, akan gelar deklarasi akbar GARUT BERSINAR (Garut Bersih Narkoba) pada 8 Januari 2019 mendatang.
Deklarasi akbar yang direncanakan diperkirakan akan dipadati oleh seluruh massa gabungan dari pemerintah daerah setempat, penggiat anti narkoba, KNPI, kader posyando, pelajar serta organisasi pemuda yang ada di Kecamatan Bayongbong. Rencananya juga acara akan dihadiri 2.000 undangan dengan kegiatan-kegiatan pembukaan deklarasi, santunan kepada pelajar, Penyuluhan Baznas, Sosialisasi Bahaya Narkoba, Senam Pagi, Bazaar, hiburan dan Door Frize.
“PANNA sebagai organisasi penggiat anti narkoba yang lahir dari inisiatif berbagai elemen masyarakat, akan bekerja sama dengan Baznas Garut dan KNPI Kecamatan Bayongbong mengadakan kegiatan deklarasi GARUT BERSINAR guna menolak narkoba dan penyakit masyarakat lainnya di Kabupaten Garut ini,” ujar Ketua KNPI Kecamatan Bayongbong, Iyus Yusera, di Gedung Serba Guna, Kecamatan Bayongbong, Kamis (13/12).
Iyus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Garut, melalui program Garut Taqwa, Baznas menjadi salah satu lembaga yang ikut andil dalam memerangi narkoba di Kabupaten Garut ini. Persiapan rangkaian acara deklarasi GARUT BERSINAR tersebut, kata Iyus, saat ini sedang dilakukan pengurus PANNA dan KNPI Kecamatan Bayongbong sebagai panitia pelaksana agar betul-betul memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya membayar zakat dan kepada generasi muda tentang bahaya narkotika.
“Pada acara Deklarasi GARUT BERSINAR, saya selaku ketua KNPI Kecamatan Bayongbong mewakili rekan-rekan, menyatakan perang terhadap narkoba. Sepertinya halnya pengurus PANNA, kami tidak akan bosan-bosannya mengingatkan kepada pelajar dan masyarakat tentang dampak bahaya narkoba. Dimana kita lihat saat ini daerah kita sudah termasuk salah satu yang memiliki status waspada terhadap narkoba,” ucap Ketua KNPI Bayongbong.
Ketua Baznas Kabupaten Garut, yang juga sebagai Penasehat DPD PANNA Kabuapten Garut, Rd H Aas Kosasih M Ag M Si, mengingatkan kepada pengurus PANNA agar  tetap semangat, terus berjuang dan menjaga marwah PANNA sebagai Penggiat Anti Narkoba.
Sementara itu, Kepala Baznas Kabupaten Garut, Rd H Aas Kosasih M Ag M Si mengatakan, jika saat ini keberadaan organisasi masyarakat seperti PANNA ini sangat dibutuhkan di daerah untuk menjadi salah satu organisasi yang mampu memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya generasi muda agar tidak terjebak dalam lingkaran bahaya narkoba.
“Kita ketahui, pihak pemerintah maupun aparat cukup gencar dalam melakukan penindakan terhadap bahaya narkoba akhir-akhir ini, dengan keberadaan PANNA kita sangat berharap bisa menjadi lebih kuat untuk memerangi itu semua,” kata Aas.
Sebagai Penasehat DPD PANNA Kabupaten Garut, Aas juga mengingatkan, kepada seluruh kepengurusan PANNA untuk tidak melakukan penyalah gunaan wewenang, sehingga dalam visi dan misinya sebagai penggiat anti narkoba dapat berjalan diatas riil Undang-Undang yang berlaku sebagaimana mestinya yang harus dilakukan.
“Selaku lembaga yang memiliki program Garut Taqwa, kami mendukung penuh dalam pemberantasan narkoba. Baznas siap membantu dalam kegiatan penyuluhan masalah narkoba di Kabupaten Garut ini,” pungkas mantan anggota DPRD Kabupaten Garut ini. 

Sisir Daerah Terpencil, Pengurus PANNA Garut Sosialisasi Bahaya Narkoba di Pelosok Pakenjeng


Bahaya narkoba sangat rentan mengancam para pelajar. Berdasarkan hasil penilitian, 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah para pelajar. Dari data itu, pencegahan harus segera dilakukan agar generasi muda tak semakin hancur.
Salah satu upaya pencegahan narkoba seperti yang dilakukan DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, Selasa (11/12), puluhan siswa SMAN 23 Garut dan SMP Nurul Uyun Kecamatan Pakenjeng, mendapatkan sosialisasi akan bahaya Napza dan sejenisnya. Siswa pun terlihat cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Narasumber DPD PANNA Kabupaten Garut, Yanto Susanto A MK memberikan kesempatan tanya jawab kepada sejumlah pelajar di Kecamatan Pakenjeng, Selasa (11/12).
Salah seorang siswa kelas XI SMAN 23 Garut, Dede (17) mengaku cukup takjub dengan sosialisasi yang diberikan. Pasalnya, penyuluhan itu dilakukan dengan memberikan efek dari bahaya narkoba.
“Selama ini kami hanya melihat efek tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Disini, semua ditampilkan, karena semua diperlihatkan secara detil,” ujarnya, Selasa (11/12).
Dikatakan Dede, dari pengalaman itu, ia pun akan mengingatkan ke teman-temannya. Terlebih, dari sosialisasi yang disampaikan, pengguna narkoba sebagian adalah para pelajar.
“Karena narkoba juga, masa depan kita akan hancur. Sulit mendapat pekerjaan, hingga rusaknya seluruh organ tubuh akan menghancurkan kita sendiri,” ungkapnya.
Pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut saat tiba di SMAN 23 Garut Kecamatan Pakenjeng.
Ketua Sekolah SMP Nurul Uyun Pakenjeng, Abdullatif Ihwana S Pd I mengatakan, pihaknya sangat konsen untuk menggerakan penyuluhan narkotika. Karena selama ini, banyak anak-anak usia sekolah yang menjadi korban.
“Kalau bukan kita yang peduli dengan masa depan anak-anak, siapa lagi yang akan menyelamatkan generasi muda,” ujarnya.
Dikatakan Abdullatif, penyuluhan yang diberikan pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut ditampilkan dengan cara berbeda. Dengan memberikan “live skill” diharapkan mereka bisa melindungi diri mereka sendiri.
“Mereka diberikan informasi dengan mengenalkan ancaman narkoba itu seperti apa dan bagaimana cara menghadapinya. Karena hingga saat ini, anak-anak pelajar banyak yang terkapar akibat narkoba,” ungkapnya.
Sementara Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana S Kom menyebut, penyuluhan narkoba itu sendiri, akan dilakukan dibeberapa sekolah di Kabupaten Garut. Karena dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat menekan dan mengurangi angka penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar.
“Tugas kami hanya mengingatkan dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya Napza. Sat Narkoba Polres Garut dan BNN tetap fokus di penindakan. Dari itu semua, pastinya kami berharap Kabupaten Garut bisa bebas dari narkoba,” tutup Ketua DPD PANNA Garut .

Dihadapan 1.300 Pelajar SMAN 16 Garut, Pengurus DPD PANNA Beberkan Bahaya Penyalahgunaan Napza, Pembalut Hingga Rokok Listrik


Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pergerakan Anti Napza Nusanyara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, memberikan penyuluhan anti narkoba kepada 1.300 siswa SMA Negeri 16 Garut, Kecamatan Cisurupan, Senin (10/12).
Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan DPD PANNA Kabupaten Garut, Yanto Susanto A MK meminta agar para pelajar jangan sekali-sekali mengenal apalagi menggunakan narkoba. Dalam pemaparannya, Yanto menjelaskan bahaya dan efek dari penggunaan Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif (NAPZA), penyalahgunaan obat batuk, pembalut hingga rokok fitting listrik.
“Karena narkoba sangat merusak masa depan adik-adik. Apabila sudah kecanduan maka susah untuk dihindari dan akan berakibat negatif bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan,” ungkapnya.
Yanto yang didampingi pengurus PANNA lainnya mengajak para pelajar bersama-sama memerangi peredaran narkoba. Ia juga mengajak siswa dan siswi untuk rajin belajar serta raih prestasi dan jangan pernah berhenti untuk menimba ilmu.
“Kita harus bisa menghadapi bahaya narkoba dengan lebih berani lagi, dan tolak dengan tegas. Karena pelajar seperti kalian merupakan cikal bakal pemimpin-pemimpin masa yang akan datang. Untuk itu hindarilah narkoba dan belajarlah dengan rajin dan giat,” pintanya.
Sementara, pemateri lainnya yang juga dari DPD PANNA Garut, Mohammad Rofi Nurdin S Kep Ners menyampaikan, dalam menimba ilmu, semua pelajar agar tetap menjaga adab kesopanan dan hormat terhadap para guru. Apalagi Garut merupakan Kabupaten toleran, yang senantiasa menjaga dengan baik kearifan lokal daerah.
“Kami tidak menginginkan para pelajar terjerumus pada hal-hal negatif karena para pelajar, khususnya siswa-siswi SMAN 16 Garut merupakan generasi penerus bangsa yang selalu mentaati peraturan. Jadilah generasi bangsa yang berkualitas. Pegang teguh Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” pesan Ropi, yang kerap memberikan tausiyah di berbagai kegiatan pengajian.
Hadir dalam giat penyuluhan anti narkoba di SMA Negeri 16 Garut tersebut, Narasumber dan pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut, Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Garut, Drs Usep Saptono, Bidang Kesiswaan Soni Agus Sopian, dan 1.300 siswa-siswi SMA Negeri 16 Garut.


DPD PANNA Garut Kampanyekan Bahaya Narkoba Pada Peringatan Hari AIDS Sedunia


Memperingati Hari AIDS Sedunia 1 Desember, pengurus DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut bergabung bersama Komunitas lainnya menggelar aksi save your life di halaman Bank BJB, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (01/12).
Dikatakan Kabid Pembinaan dan Pendidikan PANNA Garut, Yanto Susanto A MK menyampaikan, tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. Menurut Yanto, pemahaman mengenai bahaya HIV/AIDS dan penularannya harus diketahui masyarakat. Terutama bagi generasi muda penerus bangsa.
“Selain cek kesehatan, parade musik, selama kegiatan kita juga berorasi melakukan aksi kampanye tentang HIV/AIDS dan asyarakat diberi pemahaman menghindari faktor penyebab tertularnya HIV/AIDS. Intinya kami mengedukasi masyarakat bagaimana mengenai HIV/AIDS dan bagaimana pencegahannya,” ujar Yanto didampingi pengurus DPD PANNA lainnya.
Di sisi lain, lanjut dia, generasi muda harus menghindari narkotika, seks bebas dan minuman keras. Nikah jangan terlalu dini. DPD PANNA Garut, imbuhnya, selalu mengedukasi para remaja agar tidak terjerumus kepada pergaulan bebas dan hal negatif yang bisa mengakibatkan tertularnya HIV/AIDS, tutup Yanto Susanto.

Rabu, 28 November 2018

Pengurus DPD PANNA Garut Hadiri Acara Colour Run 2018


Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut menggelar color run yang berlangsung pada Sabtu (24/11) di Lapangan Sarana Olahraga Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul.
Acara yang bertajuk “Warnai Hidupmu Tanpa Narkoba” ini mengajak masyarakat untuk mempromosikan dan menerapkan gaya hidup sehat dan membawa kebahagiaan, kesehatan, dan penuh warna ke dalam kehidupan sehari-hari.
pada color run 5K ini, selain taburan serbuk berwarna, para pelari disuguhi wahana zona busa warna. Setelah melewati garis finish, peserta diarahkan ke color festival untuk menari mengikuti irama lagu.

“Acara ini memberi kesempatan para pelari untuk berlari, gembira dan heboh. Yang terpenting bukan seberapa cepat Anda menyelesaikan jarak tempuh, namun memberi warna kehidupan dengan lebih seru dalam bentuk lari santai 5K yang menaburi warna,” ujar salah seorang pengurus DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, Iyus Yusera, yang ikut dalam kegiatan tersebut.
Senada dengan Iyus, Tony Hidayat S Kep, yang juga pengurus Penggiat Anti Narkoba dari PANNA ini menjadikan lari santai yang diikutinya sebagai bagian gaya hidup sehat, menyenangkan juga ajang spesial yang bakalan menambah warna baru di kehidupan tahun baru 2018 ini, tukasnya.
“Acara seperti ini sangat menginspirasi kaum muda untuk lebih kreatif dalam berekspresi. Mereka harus diberi ruang agar terbiasa beraktivitas yang positif dan kreatif serta berdaya guna bagi sesamanya,” pungkas Tony.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman, Kabag Sumda Polres Garut Kompol Arsyaf SIP, Ketua KONI Garut, Dr Ir H Abdusy Syakur Amin M Eng, Forkopim Kecamatan Tarogong Kidul, Ketua BNNK Garut, Asep Sahrudi SE, dan undangan lainnya.




Ribuan Pelajar SMK Nuurul Muttaqin Cisurupan Diberi Penyuluhan Narkoba oleh PANNA Garut


Sebanyak 1200 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nuurul Muttaqin Kecamatan Cisurupan, mengikuti penyuluhan bahaya narkoba dan obat terlarang bersama Sat Narkoba Polres Garut dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut. Hal ini guna menghindari para pelajar dari pengaruh narkoba yang bisa menghancurkan generasi muda.

Sosialisasi yang disampaikan narasumber dari Pengurus DPD PANNA Garut, Felicia Sanny SH yakni dalam bentuk Training Of Trainer (TOT) serta Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) menarik perhatian pelajar yang memenuhi tempat acara di halaman sekolah SMK Nuurul Muttaqin, Rabu (21/11). Season tanya jawab seputar jenis dan dampak bahaya narkoba mewarnai acara penyuluhan.
 Penggiat Anti Narkoba, DPD PANNA Kabupaten Garut bersama Sat Narkoba Polres Garut gencar menggelar penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah di Kabupaten Garut.
Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie Nandy Rukmana S Kom mengatakan, narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi karena bisa merusak masa depan anak bangsa.
Dihadapan para siswa, Ketua DPD PANNA mengingatkan pelajar agar tidak sekalipun mendekati narkoba. Karena jika ketergantungan akan merusak akhlak dan mental para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa ini.
“Para pelajar jangan pernah sekali-kali mendekati apalagi mencoba memakai narkoba karena kalau sudah ketergantungan akan merusak akhlak dan mental. Tidak hanya pihak kepolisian, tetapi seluruh elemen masyarakat harus menyatakan perang terhadap narkoba,” katanya.
Selain dihadiri pelajar, kegiatan penyuluhan bahaya narkoba itu juga dihadiri para guru yang ingin mendapatkan informasi tentang bahaya dan peredaran narkoba termasuk jenis-jenis narkoba, sehingga kerawanan masalah narkoba perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak.
Usai acara, pelajar SMK Nuurul Muttaqin foto bersama KBO Sat Narkoba Polres Garut dan pengurus DPD PANNA Garut.
Dalam pemaparannya, KBO Sat Narkoba Polres Garut, Iptu Patri Arsono SH menuturkan, sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada pelajar sangat penting guna menghindari mereka menjadi pengguna narkoba. Kegiatan ini, lanjut dia, sangat bagus untuk mencegah dan mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah-sekolah. Pasalnya, peredaran dan penyalahgunaan narkoba akhir-akhir ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya dilingkungan masyarakat tapi juga sudah masuk ke lingkungan pelajar.
“Sebagian besar pecandu dan penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang termasuk golongan remaja usia produktif yang masih duduk dibangku sekolah maupun bangku kuliah. Kami akan terus lakukan kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi agar mereka tahu jenis obat terlarang dan tahu bahayanya,” ucapnya.
Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dasep Gunawan S Pd mengatakan kegiatan semacam ini kerap dilakukan pihak sekolah dalam satu tahunnya. Dasep menyebut, sudah suatu kewajiban bagi pihak sekolah untuk terus melakukan pembinaan akhlak kepada para siswanya.
”Karena sekolah itu tidak hanya membina kemampuan dan keterampilan saja, tapi memiliki kewajiban dalam membina prilaku mereka, salah satunya melalui penyuluhan tentang bahaya narkoba,” ujarnya.
Dasep sepakat merasakan manfaat dari kegiatan yang dilakukan Penggiat Anti Narkoba dari DPD PANNA tersebut, selain pengetahuan masalah bahaya narkoba juga siswa lebih waspada dalam melangkah.
“Dengan pembinaan ini, kami akan mempertimbangkan hal hal yang akan dilakukan sebab kini tahu dampak dan hukumannya,” tutur Dasep.

Bangga Menjadi Bagian PANNA, Pegawai RSUD dr Slamet Garut Ini Beri Nama Bayinya Amartha


Nama sebagai identitas diri yang paling hakiki yang melekat sehingga penting bagi orang tua untuk mengetahui ajaran tentang pemberian nama. Nama merupakan bukti kongkrit kecintaan orang tua terhadap anaknya, dan sekaligus sebagai bukti tanggung jawab orang tua dalam menjalankan pendidikan anak menuju anak yang saleh dan shalehah.
Adalah pasangan suami istri Mohammad Rofi Nurdin S Kep Ners dan Riska Fransiska Meliana, pengurus DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, warga Perum Bumi Jaya Asri 3, Blok E 61 RT02/RW012 Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul ini mendedikasikan nama Yayasan Amartha kepada anak keempatnya yang baru lahir. Atas kebahagiaan tersebut, Ropi menggelar acara Tasyakuran dan Marhabanan pada Minggu (19/11).
Melalui Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Ketua Umum DPP PANNA memberikan souvenir kepada keluarga pengurus DPD PANNA yang baru mendapat momongan.
Ropi, yang kesehariannya bekerja sebagai perawat di RSUD dr Slamet Garut mengatakan, pemberian nama anaknya, Nanda Sabiya Amartha, karena berharap mendapat kemuliaan seperti halnya Penggiat Anti Narkoba PANNA dibawah naungan Yayasan Amartha, yang kerap melakukan aksi kemanusiaan penerangan dan penyuluhan tentang bahaya narkoba.

“Semoga pilihan nama ini dapat menjadi berkat, doa, barokah dan menjadi simbol dari harapan kami orang tua atas masa depannya kelak. Kami bangga menjadi bagian keluarga besar PANNA dan Yayasan Amartha yang selalu ikhlas menjalankan aktivitasnya dalam memberikan sosialisasi bahaya narkoba,” ujar Ropi yang juga menjabat sebagai Penasehat Honda Civir Wonder Garut (HCWG) Garut dan Korwil Baleno Club Indonesia (BCI) Garut tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Pendiri dan Pembina sekaligus Ketua Umum DPP PANNA Pusat, BRM Dimas Bayu Amartha, mengapresiasi nama Yayasannya digunakan untuk bayi perempuan pengurus PANNA dari Kabupaten Garut tersebut. Bahkan Dimas mengirimkan paket sebagai kado kelahiran untuk bayi dari Mohammad Rofi Nurdin dan Riska Fransiska Meliana.
“Alhamdulillah, Maha besar Allah dengan segala kuasa dan karunia-Nya. Selamat ya, semoga kelak adinda Nanda Sabiya Amartha menjadi penerus generasi emas PANNA untuk menjadikan Indonesia bebas Narkoba dan menjadi manusia terbaik seperti yang telah Tuhan gariskan untuknya, Amin,” ujar Ketua Umum PANNA.
Meski sederhana, acara syukuran Nanda Sabiya Amartha berlangsung khidmat dan meriah. Tampak kebahagiaan terpancar dari keluarga kecil ini.
Sementara penasehat DPD PANNA Garut, yang juga Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman, menyampaikan permohonan maaf tidak bisa menghadiri acara syukuran dan mengucapkan selamat atas kelahiran anak perempuan pengurus PANNA Garut tersebut.
“Mudah-mudahan ini bisa menambah kebahagiaan keluarga besar PANNA. Selamat bagi Pak Ropi dan keluarga, Insya Allah kelak tumbuh menjadi anak yang solehah, sehat, cerdas, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi agamanya, dan maaf karena padatnya agenda kami tidak bisa datang ke acara syukuran,” pungkas Helmi Budiman melalui telepon selularnya, Minggu (19/11).

Bersama PANNA Garut, Camat Cibatu Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Ratusan Pelajar


Camat Cibatu, Drs Sardiman Tanjung bersama pengurus DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, melakukan sosialisasi dan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Cibatu, Sabtu (17/11).
“Narkoba sedang menyerang kita sekarang. Jadi kita juga harus perang, memerangi narkoba,” kata Camat Cibatu di hadapan Kepala Sekolah, guru dan siswa-siswi SDN Keresek 1.
Camat Cibatu, Drs Sardiman Tanjung (Batik/Tengah), bersama Pengurus PANNA Garut dan Pihak Sekolah SDN Keresek 1, usai menggelar penyuluhan kepada siswa-siswi sekolah, Sabtu (17/11).
Ia menjelaskan penyuluhan bahaya narkoba bersama penggiat anti narkoba DPD PANNA tersebut sejalan dengan komitmen program Pemerintah Daerah, Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut untuk memberantas narkoba.

“Jadi Kecamatan Cibatu juga komitmen terus mensosialisasikan tentang bahaya narkoba. Harapan kita dengan dilakukan secara rutin bisa memberantasnya. Paling tidak bisa menekan peredaran narkoba di wilayah Cibatu ini,” ungkapnya.
Sebelum narasumber dari DPD PANNA, Yanto Susanto A MK memberikan materi, pihak sekolah memberikan sambutan pada acara penyuluhan tersebut.
Camat Cibatu berharap, sosialisasi ini tidak hanya di kalangan pelajar saja, namun juga dilakukan kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, organisasi pemuda dan lain-lain.
“Narkoba bisa menyerang semua kalangan, pejabat, warga biasa, orang dewasa bahkan anak-anak. Jadi pihak-pihak terkait lain juga harus diberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba ini. Kita semua tak henti-hentinya berupaya untuk memberantas narkoba. Apalagi di Cibatu ini sudah pernah terjadi adanya peredaran narkoba,” pungkasnya.
Mendampingi DPD PANNA Garut, Sekmat Cibatu, H Fahmi Fauzi S STP M Si, memberikan sambutan di SMA PGRI Cibatu, Sabtu (17/11).
Sementara Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana S Kom mengatakan, sosialisasi ini adalah upaya untuk pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Ia mengatakan, PANNA merupakan leading sector di masyarakat yang bisa membantu aparat keamanan, baik Sat Narkoba Polres Garut maupun BNNK Garut dalam pemberantasan narkoba.
“Di samping dunia pendidikan, PANNA juga menyasar komponen masyarakat dan keluarga. Sebab, jika masyarakat dan keluarga sudah tersosialisasi dengan baik mengenai P4GN, celah bagi para pengedar untuk mengedarkan narkoba juga makin kecil. Jika keluarga kuat, akan sulit kena dampak buruk dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Terima kasih kepada Forkopim Kecamatan Cibatu, khususnya Camat Cibatu yang telah mengapresiasi kegiatan kami ini,” pungkas Ketua DPD PANNA Garut.
Sekretaris DPD PANNA Garut, Felicia Sanny SH, menjadi narasumber pada sosialisasi bahaya narkoba di SMA PGRI Cibatu.
Pada acara tersebut, pengurus DPD PANNA Garut menggelar penyuluhan di dua lokasi diantaranya SDN Keresek 1 dan SMA PGRI Cibatu. Selain Camat, hadir Sekmat Cibatu H Fahmi Fauzi S STP M Si, pengurus DPC PANNA Cibatu, Kepala Sekolah SMA PGRI Cibatu beserta guru, Kepala Sekolah SDN Keresek 1 beserta guru dan staff Tata Usaha.

Dinas Pendidikan Garut Apresiasi DPD PANNA Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Sekolah-Sekolah


Kepala Bidang SMP, Totong M Si dan Kepala Bidang Sekolah Dasar Ade Manadin S Pd M Pd dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengapresiasi langkah DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut dalam menyosialisasikan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah.
Kabid SD, Ade Manadin mengatakan, menurutnya sosialisasi yang diberikan pihak penggiat anti narkoba DPD PANNA tentu juga menjadi tugas semua pihak, baik orangtua, keluarga terdekat, dan sesama teman untuk dapat memberikan pemahaman terkait zat berbahaya ini.
“Hal tersebut merupakan tanggung jawab kita semua, baik tentang pendidikan maupun tentang menentukan pemahaman kepada siswa. Jadi kita sangat berterima kasih kepada DPD PANNA yang tak henti melakukan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah,” ujar Kabid SD, Kamis (08/11) di ruang kerjanya.
Senada dengan Ade Manadin, Kabid SMP Totong M Si mengatakan, ancaman narkoba sangat meresahkan dan mengancam generasi muda. Narkoba sendiri mulai masuk ke sekolah-sekolah, karena tujuannya merusak generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini.
“Sekali saja generasi muda menggunakan narkoba, maka akan merusak masa depannya, jadi jangan sekali-kali mencoba narkoba ini. Terima kasih kepada penggiat anti narkoba di Garut khususnya DPD PANNA yang getol menggelar penyuluhan ke sekolah-sekolah,” pungkas Totong.








Tingkatkan Sosialisasi Bahaya Narkoba, PANNA Garut Berikan Penyuluhan di SMP dan SMK Al-Mukhtariyah


Pengurus DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut terus meningkatkan sosialisasi tentang bahaya narkoba di kalangan pelajar dengan mendatangi sekolah-sekolah di Kabupaten Garut.
“Hari ini kami bersama KNPI Kecamatan Bayongbong melakukan penyuluhan di SMP dan SMK Al-Mukhtariyah Cinisti, sebelumnya di sekolah lain. Kami terus memberi pemahaman kepada pelajar bahwa narkoba harus dijauhi karena membahayakan jiwa dan merusak masa depan. Kita harus sama-sama menyelamatkan mereka,” kata salah seorang narasumber dari DPD PANNA Garut, Yanto Susanto A MK, Selasa (06/11).
Yanto menambahkan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Garut sudah sangat memprihatinkan. Korbannya berasal dari berbagai kalangan tanpa memandang profesi, kelompok ekonomi dan usia, tidak terkecuali di kalangan pelajar.
DPD PANNA Garut bersama PK KNPI Kecamatan Bayongbong kembali gelar penyuluhan dan sosialisasi di sekolah-sekolah.

“Pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba diharapkan dapat menjadi benteng bagi para pelajar agar tidak terjerat narkoba. Selain itu, para pelajar diharapkan juga bisa menjadi pelopor dalam pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing. Jangan pernah mencoba atau menjadi pengguna narkoba. Narkoba akan merusak masa depan,” tegas pengurus PANNA lainnya, Mohammad Rofi Nurdin S Kep Ners.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sudah memberikan rekomendasi dan mengarahkan seluruh sekolah membuka diri terhadap penggiat anti narkoba dari DPD PANNA Garut tersebut. Berbagai kerjasama positif bisa dilakukan, seperti penyuluhan tentang bahaya narkoba bisa dilakukan karena sangat bermanfaat bagi pelajar.

PANNA Garut dan KNPI Bayongbong Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Sekolah Dasar


Saat ini bahaya narkoba kerap meneror anak di usia Sekolah Dasar (SD). Menyadari akan hal itu, DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut bekerjasama dengan PK Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bayongbong melakukan penyuluhan kepada beberapa sekolah dasar di Kecamatan Bayongbong, Jumat (02/11).
Dikatakan Ketua KNPI Kecamatan Bayongbong, Iyus Yusera, selain membangun ketahanan mandiri pada anak-anak, program ini ditujukan untuk orang tua agar lebih berperan dan  waspada serta berupaya menjauhkan anak-anak mereka dari penyalahgunaan narkoba.
Siswa-siswi SDN Sukarame I Kecamatan Bayongbong, antusian menyimak pemaparan materi bahaya narkoba oleh pengurus DPD PANNA Garut, Jumat (02/11).
“Kegiatan DPD PANNA dan PK KNPI ini membuktikan bahwa kami sangat peduli pada anak-anak. Apalagi saat ini penggunaan narkoba sudah masuk ke sekolah dasar. Karena itu kami mendukung kegiatan ini untuk terus digalakkan,” ujar Ketua KNPI Kecamatan Bayongbong sekaligus Humas di DPD PANNA Garut.
Penyuluhan berlangsung di Sekolah Dasar Negeri Sukarame I yang melibatkan 180 siswa. Turut hadir pengurus PANNA Kabupaten Garut, Kepala Sekolah beserta para guru yang juga diberikan penyuluhan bagaimana menangani agar siswa-siswinya tidak terjerumus ke dalam bahaya narkoba.
Sementara kedua petugas penyuluh dari DPD PANNA Garut, Yanto Susanto AM K dan Mohammad Rofi Nurdin S Kep Ners menyampaikan, banyak sindikat pengedar semakin cerdik mencampur bahan-bahan narkoba ke dalam jajanan dan mengelabui anak-anak untuk mengonsumsinya, seperti dalam bentuk macam-macam permen.
Kepala Sekola SDN Sukarame I beserta guru menyambut baik kegiatan yang digelar penggiat anti narkoba DPD PANNA Garut.


“Jangan sampai para orang tua lengah, dengan membiarkan anak-anak jajan sembarangan di luar sekolah. Karena dapat saja mengakibatkan sang buah hati tercinta terjerumus bahaya narkoba,” ujar Rofi yang bertugas di RSUD dr Slamet Garut tersebut.
Kepala Sekolah SDN Sukarame I, Sensen Sutiani SP d MM, juga turut menyambut baik dengan penyuluhan yang dinilai sangat bermanfaat tidak hanya bagi anak-anak sebagai penerus masa depan namun juga bagi para guru dan orangtua. Dirinya berharap sosialisasi ini bisa dipahami sehingga anak-anaknya bisa hidup sehat dan berprestasi tanpa narkoba.

Royale Marine International Gandeng PANNA Garut Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba


Bekerjasama dengan lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perhotelan Royale Marine International, Pengurus Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, melakukan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan dikalangan generasi muda.
Ketua DPD PANNA Garut, Igie N Rukmana S Kom menuturkan, kegiatan penyuluhan bahaya narkoba ini, sebagai upaya Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Upaya pemberantasan narkoba, imbuh Igie, sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba khususnya dari kalangan calon pegawai yang nantinya akan bekerja di luar negeri.
Direktur, staff dan siswa Royale Marine International menyimak penyuluhan bahaya narkoba oleh pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut, Jumat (26/10).
“Sebenarnya keluarga dan masyarakat merupakan lingkungan terbaik dalam mengawasi dan mencegah penyalahgunaan narkoba. Karena itu dalam penyuluhan ini kami mengimbau agar lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,” kata Igie usai memberikan penyuluhan di Aula Royale Marine International, Jalan Pahlawan, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (26/10).
Igie menambahkan, DPD PANNA Garut selalu siap menerima permintaan masyarakat untuk mengadakan penyuluhan di lingkungannya masing-masing, agar masyarakat benar-benar mengetahui dampak kerugian yang ditimbulkan barang haram tersebut.

Direktur Akademik Royale Martine International, Asep Rahman, memberikan piagam penghargaan kepada DPD PANNA Kabupaten Garut atas kerjasama penyuluhan bahaya narkoba yang digelar di lemabaganya.
“Kami menyambut baik jika ada permintaan masyarakat untuk mengadakan penyuluhan atau sosialisasi edukasi dan informasi, kami selalu siap menerima permintaan masyarakat. Artinya bukan kita lagi yang datang, tetapi atas kesadaran masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Sementara Direktur Akademik Royale Marine International, Asep Rahman mengatakan, bahwa kegiatan penyuluhan bahaya narkoba oleh PANNA ini memang sangat diperlukan mengingat penyalahgunaan narkoba sangat cepat menyebar dikalangan generasi muda. Royale Marine International sendiri, kata Asep, adalah sebuah kampus dengan jurusan perhotelan dan kapan pesiar.
“Kita bisa lihat diberbagai media tentang narkoba yang sudah sampai kesemua lini. Sekarang Indonesia darurat narkoba. Untuk itu, kami merasa perlu digelar kegiatan ini karena nantinya lebih menjaga lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkoba tersebut,” katanya.
Dalam penyuluhan ini setidaknya pihak DPD PANNA Kabupaten Garut telah memaparkan bahaya dan dampak negatif narkoba. Untuk itu, Asep mengajak agar semua peserta yaitu mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu dapat menghindari barang haram tersebut.

“Yang jelas kalau sekarang ini generasi muda khususnya merupakan sasaran atau target yang sangat dekat bagi peredaran narkoba, karena pelajar ini masih dalam masa transisi. Mereka suka mencoba hal-hal baru tanpa berpikir panjang terhadap dampaknya,” pungkas Dierktur Akademik Royale Marine International.
Hadir dalam acara tersebut, Kasi Pariwisata yang juga menjabat Kabid Pariwisata dan Kebudayaan DPD PANNA Garut, Agus Koswara S Sos, Ketua DPD PANNA Garut beserta jajarannya, Direktur Akademik Royale Marine International bersama staff dan puluhan mahasiswa. Usai kegiatan, Direktur Royale Marine menyerahkan Piagam Penghargaan kepada pengurus DPD PANNA Garut sebagai ucapan terima kasih karena telah menggelar penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba di lembaganya.

Kamis, 04 Oktober 2018

BNN Berikan Penyuluhan P4GN Kepada Pengurus DPD PANNA Garut


Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut, membekali dan memberikan penyuluhan kepada Penggiat Anti Narkoba DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut berupa kampanye dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Saya sengaja menggandeng pengurus PANNA Garut yang senantiasa konsisten melakukan kampanye bahaya narkoba kepada masyarakat dan sekolah-sekolah. Maka pada kesempatan ini kami membekali dan menyampaikan penyuluhan untuk turut serta dalam Pencegahan, Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba,” ujar Plt Kepala BNNK Garut, Asep Sahrudin SE, di Kantor BNNK Garut, Jalan Patriot, Senin (01/10).
Pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut dalam setiap kegiatannya selalu berkoordinasi baik dengan BNNK Garut maupun Sat Narkoba Polres Garut.
Menurut Asep, kasus narkoba semakin lama semakin meningkat dan canggih. Sasarannya tidak lagi orang kaya, namun sudah ke semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Dalam kesempatan ini Asep mengatakan, penyuluhan yang disampaikan terkait hal yang mencangkup kesepakatan membangun komitmen bersama dalam penyebarluasan informasi P4GN, dan kampanye Stop Narkoba.

“Karena itu, BNN memerlukan kerja sama berbagai pihak, seperti salah satunya pada pimpinan organisasi ini. Adapun kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan penggiat anti narkoba, sehingga mereka mengetahui dan paham mengenai Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Harapan kita akan tumbuh kesadaran pada P4GN ini,” pungkas Plt Kepala BNNK Garut.

Sementara Dir Intel dan Opsus dari DPD PANNA Garut, Jhon Safriman, berharap kerjasama dengan BNNK ini menjadi bentuk yang nyata sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Garut.
“Masyarakat sebagai civil society dijamin oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 untuk berperan serta aktif dalam memutus rantai peredaran narkoba. Kami dari Penggiat Anti Narkoba PANNA Garut tentunya merasa harus bertanggung jawab menanggulangi narkoba yang bisa membahayakan dan menghancurkan generasi bangsa ini,” tegas Jhon.
Pada acara tersebut, selain Plt Kepala BNNK Garut, hadir Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Garut, Adi Rustawa, beserta jajaran pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut lainnya.

Launching HUT KE-1 PANNA, Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Garut Dipasang Stiker Anti Narkoba

Apel pagi dan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2019 yang berlangsung di lapangan Setd...