Rabu, 12 September 2018

Diundang Duta Narkoba DPD PANNA Garut, Komedian SOS Apresiasi Komunitas Batugar


Penutupan rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 73 Tahun 2018, Komunitas Baraya Cibatu Garut (Batugar) gelar hiburan pentas kreasi seni dan pembagian hadiah bagi warga pemenang lomba, di Kampung Asem Kulon RW14, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Selasa (28/08) malam.
Hadir pengurus Komunitas Batugar, Sekretaris DPD PANNA Kabupaten Garut, Ketua RW 14 serta Ketua RT, Tamu Undangan, dan Bintang Tamu Hiburan komedi dari Group Republik SOS, serta ratusan warga masyarakat.
Ketua Komunitas Batugar, Hen Hen didampingi tokoh perempuan Cibatu Melly Sitti Mardiana, disela kegiatan menyampaikan rasa terima kasihnya pada donatur dan pemerintah setempat atas sukses dan terselenggaranya kegiatan. Disamping hiburan akhir kegiatan, Komunitas Batugar sebagai Duta Anti Narkoba Kecamatan Cibatu, tak henti-hentinya melakukan sosialisasi dalam rangka pencegahan, peredaran dan penggunaan Narkoba.
Komedian SOS hibur masyarakat Cibatu
“Sosialisasi Anti Narkoba yang kami lakukan adalah bersifat sosial tanpa pamrih, hanya turut serta membantu pemerintah dan para penegak hukum dalam gerakan anti narkoba, karena ini merupakan tanggungjawab kita bersama,” papar Hen Hen, Selasa (28/08).
Sementara tokoh komedian Ogi SOS, usai menghibur warga menyampaikan apresiasinya kepada Komunitas Batugar atas kiprahnya selama ini, apalagi dalam hal penanggulangan pencegahan peredaran dan pemutus rantai pengguna Narkoba.
“Sangat bagus sekali kiprah Batugar yang bekerja sama dengan DPD PANNA Garut, apalagi dalam hal sosial kemasyarakatan, saya apresiasi sangat luar biasa,” ungkap Ogi.
Dia juga menambahkan, keberadaan Batugar jangan monoton, harus berkembang sesuai tujuan dan motto, pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah langkah kedepan untuk kemajuan organisasi.
“Jangan cukup hanya bergerak sosial masyarakat saja, langkah kedepan harus dipikirkan juga bagaimana caranya memberdayakan dan pengembangan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.







Aksi Tolak Narkoba Ditengah Kegiatan Komunitas Baraya Cibatu Garut (BATUGAR) Bersama DPD PANNA


Mengisi momen peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) Ke-73, warga yang tergabung dalam Komunitas Baraya Cibatu Garut (Batugar) menggelar beberapa kegiatan perlombaan, kreasi seni serta santunan anak yatim bagi warga Kampung Asem Kulon, RW 14 Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Minggu (26/08).
Tak hanya kegiatan lomba saja, sebagai wujud dan cita-cita Komunitas Batugar berharap masyarakat di Kecamatan Cibatu agar terbebas dari bahaya Narkoba, bersama Pengurus Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (DPD PANNA) Kabupaten Garut, panitia juga menggelar sosialisasi bahaya Narkoba.
Ketua penyelenggara kegiatan, Hen Hen yang akrab disapa Adot, disela kegiatan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada donatur dan pemerintah setempat atas sukses dan terselenggaranya kegiatan yang berlangsung.
Komunitas Batugar serahkan santunan kepada anak yatim piatu di Kampung Asem, Kecamatan Cibatu,
“Terbentuknya komunitas Batugar tidak hanya kumpul-kumpul bareng tanpa ada kegiatan yang positif, harus ada kiprah bagi masyarakat sekitar, sesuai motto “Rempug Jukung Sauyunan” (kerjasama dan kompak). Ini wujud partisipasi kami kepada masyarakat Cibatu khususnya, dengan adanya lembaga atau komunitas jangan hanya nama dan jadi prasasti, harus ada aksi dilapangan juga yang positif,” ungkap Hen Hen kepada media, Minggu (26/08).
Dikatakan Adot, adapun tujuan dari pelaksanaan lomba tersebut untuk meningkatkan kekompakan, sportifitas, dan juga dapat mempererat tali silahturahmi antar sesama Keluarga Besar Komunitas Batugar dengan masyarakat setempat.
Selain itu, imbuh Adot, komunitas Batugar saat ini juga mendapat kepercayaan dari DPD PANNA Garut sebagai Duta Anti Narkoba Kecamatan Cibatu, dalam rangka pencegahan, peredaran dan penggunaan bahaya Narkoba.
Ketua Pelaksana, Hen Hen (Tengah) yang juga Ketua Komunitas Batugar gencar sosialisasi bahaya Narkoba.
“Sosialisasi Anti Narkoba setiap ada kesempatan pasti kami lakukan, tentunya sesuai yang kami bisa, kami berharap langkah kami ini dapat dukungan pula dari pemerintah setempat dan daerah, karena ini tanggungjawab kata bersama,” pungkasnya.

DPD PANNA Garut Serahkan Bantuan Al-Quran Kepada Guru Ngaji

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-73, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut menyerahkan bantuan hibah sosial dan keagamaan kepada Guru ngaji di Kampung Dukuh RT02/05 Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Minggu (19/08).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana S Kom menyerahkan secara simbolis bantuan puluhan Al-Qur’an kepada Ustad Sulaeman (35), seorang Guru ngaji yang memiliki 50 santri/santriawan di daerah pegunungan itu.
Dalam acara tersebut, Ketua DPD PANNA Garut mengatakan, bertepatan dengan peringatan HUT RI Ke-73, dirinya ingin menegaskan kembali bahwa generasi muda merupakan harapan bangsa. Sementara saat ini peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah merajalela. Masyarakat bersama pemuka agama harus bekerja sama untuk melakukan pencegahan terhadap narkoba yang sudah marak, termasuk di pelosok terpencil yang ada di lereng gunung.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Penggiat Anti Narkoba terhadap eksistensi Guru ngaji. Hanya dengan meningkatkan iman dan ketaqwaan para generasi muda akan terhindar dari aktivitas yang membahayakan itu. Puluhan Al-Qur’an yang diserahkan ini juga ada titipan dari Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman yang juga menjabat sebagai penasehat di Kepengurusan DPD PANNA Garut,” ujar Igie, Minggu (19/08).
Igie menambahkan, selain terus gencar memberikan penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba kepada masyarakat, pihaknya akan terus menggalang Muhsyaf Al-qur’an dari para donatur yang ada di seluruh Kabupaten Garut, karena masih banyak Guru ngaji yang sangat membutuhkan terutama di daerah pedalaman, tutupnya.
Sementara, Ustad Sulaeman menyampaikan menyampaikan rasa terima kasih kepada DPD PANNA yang telah memberikan bantuan berupa 50 Al-Qur’an.
“Selain belajar Iqro dan Tajwid, santri/Santriawan disini juga belajar kitab Safinah dan lainnya. Terima kasih kepada Wakil Bupati Garut dan DPD PANNA, tentunya semua berharap Agar Allah membalas dengan pahala yang berlipat lipat ganda. Aamiin Ya Robbal Alamin,” pungkas Ustad Sulaeman. 

KPA Garut Ajak DPD PANNA Garut Bentuk Tim Gabungan Penanggulangan Bahaya Narkoba dan HIV/Aids

Di Kabupaten Garut, dari sembilan golongan penderita HIV/AIDS, golongan paling banyak sebagai penderita HIV/Aids adalah pengguna narkoba melalui jarum suntik yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Dari angka ini, hanya sekitar beberapa persennya saja yang tahu bahwa dirinya memiliki HIV.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulan Aids (KPA) Kabupaten Garut, Dede Romansyah S Sos MM Kes, saat berbincang dengan Duta Narkoba dari DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, Yanto Susanto AMK, usai mengikuti undangan upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Tingkat Kabupaten Garut di alun-alun Otista, Jumat (17/08).
Melihat fenoma tersebut, Dede yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Sat Pol PP Kabupaten Garut mengajak Penggiat Anti Narkoba untuk membentuk tim gabungan dalam penanggulangan dan menerima konsultasi narkoba. Dan pihaknya dalam hal ini KPA, imbuh dia, siap bergabung di dalam tim tersebut.
“Sebelumnya saya ucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan dan penyuluhan Anti Narkoba di Pendopo kemarin. Melihat pergerakan PANNA, saya terangsang untuk mengajak PANNA membentuk tim gabungan penanggulangan Narkoba dan Aids, dan PANNA harus ada di garis terdepan dalam tim tersebut. Kami juga mendorong terbentuknya konsultasi melalui web site agar memudahkan masyarakat umum dalam berkonsultasi,” ujar Sekretaris KPA Kabupaten Garut.
Sementara Duta Narkoba DPD PANNA Kabupaten Garut, Yanto Susanto menyambut baik dan menyatakan siap untuk membentuk tim gabungan penanggulangan Narkoba dan HIV/Aids di Kabupaten Garut. Karena kata Yanto, dirinya yang bertugas di Puskesmas Bayongbong sebelumnya kerap memberikan penyuluhan tentang bahaya Narkoba sekaligus pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat.
“Saat ini pemerintah memang belum bisa berupaya maksimal dalam penanggulangan HIV/Aids akibat banyak jenis penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius, salah satunya korban melalui penggunaan narkoba. Maka dengan itu kami menyambut baik bekerjasama dengan KPA dalam membentuk tim gabungan tersebut,” pungkas Yanto. 

Jumat, 17 Agustus 2018

Wakil Bupati Garut Gelar Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus DPD PANNA Se-Kabupaten Garut

Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dan Deklarasi, Pengukuhan serta Sosialisasi Anti Narkoba dengan tema “Menggerakan Seluruh Kekuatan Masyarakat Dalam Perang Melawan Narkoba, Untuk Mewujudkan Kabupaten Garut yang Sehat Tanpa Napza", Wakil Bupati Garut sekaligus Duta Anti Narkoba BNNK Garut, dr Helmi Budiman, bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut dalam Program Garut Taqwa, menggelar acara deklarasi dan mengukuhkan pengurus DPC Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Se-Kabupaten Garut di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Selasa (07/08/2018).
Acara ini di hadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Garut, Drs Wahyudijaya M.Si, Kapolres Garut yang diwakili Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo, SE, Dandim 0611 Garut yang diwakili Pasi Intel Kapten Didi Suryadi, Danrem 062 Tarumanagara yang mewakili, staf Berantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut, Bripka Dedi Supriatna, SH, Danramil 1101 Garut Kota Kapten Inf Damo, Ketua Baznas Kabupaten Garut R.d H. Aas Kosasih, S.Ag, M.Si, Kasat Narkoba Polres Garut AKP Cepi Hermawan, SH, Danki Brimob Detasemen IV Pelopor A, AKP H Saeful Bahri S.Pd I, Sekdis Damkar Kabupaten Garut Drs. Satriabudi, M.Si, Ketua Gapensi Kabupaten Garut Yudi Nugraha, Ketua Parade Nusantara Tedy Rohendi.
Selain itu hadir Narasumber dari BNN Kabupaten Garut, Yanri Pratiwi M I Kom dan KBO Sat Narkoba Polres Garut, Ipda Patri Harsono SH. Pembina PANNA BRM Dimas Bayu Amartha, Ketua Umum DPP PANNA Elly Ermawatie beserta jajaran, Ketua DPW PANNA Jawa Barat Neftali Pasiwarissa beserta jajaran, Ketua DPD PANNA Kabupaten Bandung dan Banjar, Pengurus dan anggota DPD PANNA Se-Kabupaten Garut, tokoh ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa, pelajar beserta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Garut menyampaikan dengan semakin maraknya pecandu Narkotika, pemerintah harus bisa memerangi hal tersebut salah satunya dengan membentuk relawan dan penggiat anti Narkoba. Helmi menyebutkan, bahwa peredaran gelap Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) perlu mendapatkan perhatian khusus, dimana sejak tahun 2014 Indonesia dinyatakan Darurat Narkoba, selanjutnya negara menyatakan perang terhadap Narkoba, ucapnya.

"Saya ingatkan, Indonesia sampai saat ini masih dalan kondisi darurat Narkoba sehingga merupakan tanggung jawab kita semua untuk saling melindungi, bukan hanya menjadi tugas dan tanggungjawab BNN dan Kepolisian. Untuk itu saya meminta kepada seluruh unsur masyarakat agar bersatu padu secara aktif untuk melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap Napza, dan yang terakhir saya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya pengurus DPC PANNA Se-Kabupaten Garut. Ingat, perjuangan untuk memerangi Narkoba merupakan tanggung jawab bersama," ujar Helmi, Selasa (07/08).

Lanjut Helmi, masyarakat harus sepakat kalau narkoba merupakan musuh bersama, dan berkomitmen untuk bersama-sama memerangi bahaya narkoba. Saat ini, imbuh Helmi, Narkoba bukan hanya dikonsumsi orang dewasa, bahkan anak-anak dan remaja kini terjangkit dan terjebak pada obat-obatan terlarang tersebut. Semoga upaya-upaya yang dilakukan oleh Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) ini akan mempersempit ruang gerak pengguna Narkoba dengan cara memeranginya, pungkas Wakil Bupati Garut.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Garut, Rd. H. Aas Kosasih, S.Ag, M.Si, yang juga sebagai Penasehat DPD PANNA Kabupaten Garut menjelaskan, bahwa kegiatan PANNA sebagai Penggiat Anti Narkoba sangat sinergis dengan Program Garut Taqwa yang ada di Baznas Kabupaten Garut. Baznas, kata Aas, telah menyalurkan sesuai asnaf zakat melalui program-program di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial-kemanusiaan, dan penyuluhan-penyuluhan pencegahan bahaya narkoba kepada masyarakat.

"Program Garut Taqwa merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan syi'ar Islam di tengah masyarakat Garut untuk lebih meningkatkan nilai-nilai Islami. Program ini sejalan dengan fungsi penggiat anti narkoba untuk memudahkan dalam informasi terkait peredaran sekaligus memotivasi warga untuk menghindari narkoba. Sebab, peredaran narkoba kerap tersembunyi sehingga membutuhkan bantuan langsung para penggiat anti Narkoba dalam hal ini PANNA, untuk memberantasnya melalui sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat," terang Ketua Baznas Kabupaten Garut.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Garut didampingi Ketua Baznas Kabupaten Garut, Kasat Narkoba Polres Garut dan Pembina PANNA Pusat, menyematkan pin sebagai Duta Anti Narkoba ke beberapa komunitas yang ada di Kabupaten Garut, juga sebagai Dewan Penasehat DPD PANNA Garut, dr Helmi Budiman mendapat kehormatan penyematan oleh Pembina PANNA Pusat. Usai acara Deklarasi dan Pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi bahaya Narkoba oleh BNNK Garut dan Sat Narkoba Polres Garut, dengan diakhiri penampilan musik dari Band Duta Narkoba PANNA. 

Sumber  :  (Diskominfo), garutkab.go.id



Selasa, 17 Juli 2018

KBO Sat Narkoba Polres Garut Hadiri Pembentukan Panitia Deklarasi dan Penyuluhan Anti Napza

Mewakili Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK dan Kasat Narkoba Polres Garut, KBO Sat Narkoba Polres Garut Iptu Patri Arsono SH menghadiri acara rapat pembentukan panitia Deklarasi, Pengukuhan dan Penyuluhan Anti Narkoba DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut di sekretariat DPD PANNA Jalan Pajajaran, Kecamatan Garut Kota, Selasa (17/07).
Rapat tersebut selain KBO Sat Narkoba turut dihadiri pula oleh Ketua DPD PANNA Garut, Igie N Rukmana S.Kom dan pengurus Kabupaten serta perwakilan jajaran PANNA yang berasal dari Kecamatan Limbangan, Cibatu, Wanaraja, Garut Kota, Bayongbong, Pamulihan, Pakenjeng, Cisompet dan kecamatan lainnya yang tersebar di Kabupaten Garut.
Agenda rapat tersebut selain membahas tentang Pembentukan Panitia Deklarasi, Pengukuhan dan Penyuluhan Anti Narkoba, juga membahas tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Satuan Narkoba Polres Garut dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).
“Dimana dalam kegiatan tersebut jajaran Sat Narkoba Polres Garut bersama pengurus PANNA akan menggelar sosialisasi di tiga desa paling terpencil yang ada di wilayah hukum Polres Garut,
dengan tujuan memberikan sosialisasi kepada masyarakat sadar akan bahaya mengkonsumsi minuman keras dan peredaran Narkotika dan Psikotropika yang makin marak akhir-akhir ini,” ujar Iptu Patri Harsono SH.
Sementara Ketua DPD PANNA Garut, Igie N Rukmana S.Kom menuturkan, kegiatan Deklarasi, Pengukuhan dan Penyuluhan Anti Narkoba yang rencananya akan digelar pada 7 Agustus 2018 mendatang tersebut, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada seluruh peserta penyuluhan yang terdiri dari pengurus PANNA, Mahasiswa, Pelajar dan masyarakat umum, sebagaimana pengetahuan dimaksud adalah pemahaman tentang bahaya narkoba dari segi aspek hukum, perspektif agama, sosial, dan budaya, terang Igie.
“Kegiatan ini kami bekerjasama melalui program Garut Taqwa yang dicanangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut. Adapun untuk narasumber kami akan mendatangkan dari BNNK Garut dan Satuan Narkoba Polres Garut. Setelah kegiatan penyuluhan tersebut diharapkan para peserta memiliki pengetahuan tentang bahaya penyalah gunaan narkotika,” tandas Ketua DPD PANNA Garut, Selasa (17/07).

Cegah Bahaya Narkoba di Kalangan Pelajar, DPD PANNA Garut Gelar Penyuluhan di Yayasan Bain Zen Sururon

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun juga masuk ke remaja dan anak-anak sekolah dasar. Untuk itu, sosialisasi anti narkoba perlu diterapkan hingga ke sekolah-sekolah.
Prihatin dengan fenomena ini, penggiat narkoba dari DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut menggelar sosialisasi dan penyuluhan anti narkoba di pondok pesantren dan sekolah naungan Yayasan Bain Zen Sururon Kampung Nagrog, Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut, Jum’at (13/07).
Kegiatan ini menghadirkan, Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana S Kom, Ketua Yayasan Bain Zen Sururon,
Nurdin Lubis, S Si M Pd beserta staff, Duta Narkoba sekaligus penyuluh PANNA Kabupaten Garut Yanto Susanto AMK dan ratusan siswa-siswi Yayasan Pendidikan Sururon dari jenjang SD, SMP dan SMA.
“Diperlukan sebuah langkah antisipatif, pencegahan sejak dini narkoba. Salah satunya dengan memasukkan informasi atau pengetahuan tentang bahaya narkoba kepada para siswa di sekolah-sekolah. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk menghasilkan terobosan agar lingkungan pendidikan di Garut bersih narkoba,” ujar Ketua DPD PANNA Garut dalam sambutannya.
Igie menuturkan, banyaknya Kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat, masih saja banyak sering terjadi. Perlu adanya upaya preventif, untuk mengatasi hal itu dan sangat diperlukan adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan dan pondok pesantren, tukasnya.
“Penting keikutsertaan masyarakat dalam pencegahan bahaya narkoba ini, pihak pengurus Yayasan sebagai bagian dari masyarakat perlu juga melakukan sosialisasi untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba dengan melibatkan pihak BNN Kabupaten Garut atau Polres Garut,” terangnya.
Ketua DPD PANNA Garut menambahkan, sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Garut dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dan bersih dari narkoba dan diharapkan untuk membentuk relawan-relawan atau penggiat anti narkoba di lingkungan sekolah.
Sementara Ketua Yayasan Bain Zen Sururon, Nurdin Lubis, S Si M Pd, memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak DPD PANNA Kabupaten Garut yang telah melakukan kegiatan sosialisasi dan menghimbau kepada para peserta sosialisasi agar dapat menjadi pelopor dan penggiat-penggiat anti narkoba di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
“Hal ini dapat menekan angka prevalensi pencandu narkoba sampai serendah-rendahnya. Semoga dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semua guru-guru berperan aktif dan peduli untuk bersama-sama dalam memerangi narkoba. Dengan ini kita dapat membangun Kabupaten Garut yang bebas dari peredaran gelap narkoba”, harap Nurdin Lubis.

Launching HUT KE-1 PANNA, Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Garut Dipasang Stiker Anti Narkoba

Apel pagi dan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2019 yang berlangsung di lapangan Setd...