Kamis, 04 Oktober 2018

FK-KIM Garut Gandeng ORARI, IJTI dan DPD PANNA Galang Dana Kepedulian Untuk Korban Bencana Sulteng


Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut bersama sejumlah organisasi profesi dan organisasi sosial kemasyaraatan di Kabupaten Garut bersinergi dalam penggalangan dana kepedulian atas musibah gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi tengah yang terjadi pada Jumat 28 September 2018 lalu.
Ketua FK-KIM Kabupaten Garut, Janur M. Bagus mengatakan, pihaknya bersama beberapa aktifis di Kabupaten Garut telah berkomunikasi untuk bersinergi dalam penggalanan dana kepedulian terhadap korban bencana yang hingga kini telah mencatat ratusan korban jiwa meninggal, serta hilang belum diketahui rimbanya akibat terbawa tsunami dan tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa.
“Ini panggilan kemanusiaan, kami sepakat untuk besama-sama berempaty terhadap duka dan pilu saudara-saudara kami di Sulteng yang menjadi korban bencana kemarin. Semoga semua itu cepat berlalu dan kembali puluh,” kata Janur, Senin (01/10).
Ia menyebut penggalangan tersebut akan dilakukan dalam beberapa pekan ini dengan berbagai cara dengan berupaya mengajak seluruh warga kabupaten Garut untuk sejenak turut serta merasakan bagaimana perasaan duka dan derita yang kini dialami warga Sulteng yang menjadi korban bencana itu.
“Gerakan penggalangan dana ini kami berita tema “Dari Garut untuk Donggala dan Palu Agar Pilu Cepat Berlalu”. Kami akan melibatkan para seniman dengan ngamen spontanitas hingga merencanakan malam amal untuk penggalangan dana ini,” ungkapnya.
Hingga saat ini, lanjut Janur, sinergitas yang telah terbangun dalam gerakan penggalangan dana kepedulian tersebut antara lain bersama Organisasi Amatir Radio (Orari) Lokal Garut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Garut serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Garut berserta sejumlah organisasi lainnya yang memiliki kepedulian yang sama.

Expo Mini FK-KIM Ramai Pengunjung, Pengurus Pusat Sebut PANNA Garut Barometer Penggiat Narkoba di Nusantara


Stand Penggiat Narkoba dari DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut ramai dikunjungi dalam ajang Mini Expo APP FK-KIM 2018 yang dilaksanakan di halaman Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (27/09) siang.
Menurut Sekretaris DPD PANNA Garut, Felici Sanny, Stand Kampanye Anti Narkoba Garut ini ramai dikunjungi pengunjung, karena banyak masyarakat yang ingin mengetahui tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Wadir OKK PANNA Pusat, Hendra Wardana, sedang menjelaskan bahaya narkoba kepada pelajar sebagai pengunjung Mini Expo FK-KIM 2018.
“Bagi kami ajang Mini Expo FK-KIM termasuk salah satu sarana untuk penyebarluasan Informasi yang cukup efektif selain melakukan sosialisasi ketempat lainnya, ini terbukti tingkat kunjungan ke stand PANNA cukup ramai,” terang Felicia Sanny yang juga Calon Anggota DPRD kabupaten Garut dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil 1 tersebut.

Narkoba, imbuh Felicia, bisa percepat kematian karena kerusakan yang disebabkan oleh narkoba bisa permanen dan tidak ada obatnya. Stan PANNA banyak dikunjungi oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. Pada kegiatan ini juga, kata dia, selain pengurus PANNA Garut, hadir pula pengurus PANNA dari Pusat dan Provinsi, terangnya saat dihubungi hariangarut-news.com, Kamis (27/09).
Tagline Stop Narkoba bersama masyarakat Garut.
“Kami mendapat support dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut untuk alat peraga dan merchandise kampanye Anti Narkoba, gebyar Mini Expo FK-KIM yang dipusatkan halaman Pendopo inikan tempat berkumpulnya masyarakat banyak, jadi kenapa kita tidak memanfaatkan momen tersebut? masyarakat itu haus informasi mengenai narkoba dan penanganan pecandu narkoba,” ujar Sanny. Pada kesempatan tersebut, mulai dari Wakil Bupati Garut, Dandim 0611 Garut, mantan istri Wakil Bupati Garut Rani Permata Dicky Chandra, Direktur Herlinah Cipta Pratama yang memproduksi dodol Picnic Garut, Para Pejabat di Lingkup Pemkab Garut, Komunitas dan masyarakat turut membubuhi tanda tangan deklarasi anti Narkoba yang disediakan oleh pengurus DPD PANNA Garut.
Bumbuhi tanda tangan deklarasi anti narkoba, Mantan istri Wakil Bupati Garut, Rani Permata Dicky Chandra turut mendukung pemberantasan narkoba di Kabupaten Garut.
Sementara, Sekretaris Jendral DPP PANNA Pusat, Risda Trisnawidhya menyampaikan, kehadirannya ke Garut sengaja untuk mendukung kegiatan pengurus DPD PANNA yang ada di daerah. Dirinya menuturkan, Garut merupakan barometer di Nusantara untuk kegiatan-kegiatan baik penyuluhan maupun sosialisasi tentang bahaya Narkoba.
Stand DPD PANNA Kabupaten Garut mendapat support alat peraga dan merchandise kampanye anti narkoba dari BNNK Garut.
“Yayasan Amartha, khususnya Pengurus PANNA Pusat sangat mengaresiasi kegiatan DPD PANNA Garut dalam manuver-manuvernya guna mencegah peredaran Narkoba di Kabupaten Garut. Salah satu contohnya turut serta membuka stand pada acara Mini Expo FK-KIM ini. Sejauh ini, PANNA Garut bersama BNN dan Sat Narkoba Polres setempat berhasil melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dan masyarakat serta menjadi barometer PANNA di seluruh nusantara,” ujar Sekjen PANNA Pusat. 


Selasa, 18 September 2018

Cegah Bahaya Narkoba, Hampir Setiap Hari Pengurus DPD PANNA Garut Gelar Penyuluhan ke Sekolah-Sekolah


Penggiat Anti Narkoba dari Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut menggelar kegiatan Penyuluhan anti Narkoba yang di gelar di SMA 15 Garut, Senin (17/09), Jalan Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul. Peserta penyuluhan yang berjumlah hingga 100 pelajar ini dilaksanaan dalam rangka pencegahan Dini penggunaan barang haram ini.
”Kami Penggiat anti Narkoba terus berupaya agar pengguna Narkoba Bisa terus berkurang dengan sosialisasi pencegahan, kami terus secara intensif melakukan Penyuluhan ke sekolah-sekolah SMP, SMA/Sederajat termasuk ketika liburan kami targetkan ke pesantren-pesantren di Garut,” ungkap Ketua Bidang Pendidikan dan Pembinaan DPD PANNA Garut, Yanto Susanto A MK.
Penyuluhan Anti Narkoba DPD PANNA di SMA 15 Garut

Yanto, pemateri dari PANNA Garut ini juga berkomitmen akan terus menjalin silaturahmi dan kerjasama ke berbagai kalangan sehingga program sosialisasi ini kelak bisa punya output yang jelas. Pegawai Puskesmas Bayongbong tersebut mengatakan tentang pentingnya pengembangan karakter individu  terhadap penggiat anti narkoba yaitu bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai kebaikan dan energi positif dalam diri  kita agar bermanfaat bagi orang lain.

“Menjadi penggiat narkoba itu sendiri dibutuhkan jiwa yang bersungguh-sungguh dan memiliki komitmen yang tinggi untuk berperan serta dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Selain itu yang terpenting adalah memiliki pemahaman tentang narkoba,” jelas Yanto.

Penyuluhan DPD PANN Garut di SMK 9 Garut.
Lanjut dikatakan seorang penggiat yang tidak mengetahui apa itu narkoba dan dampaknya mampu mempertingatkan dan mencegah orang lain untuk tidak melakukan tindak penyalahgunaan, itu tentunya pasti sangat sulit.
“Kami sangat prihatin terhadap pengaruh dan efek samping Bahaya Narkoba, seperti dikalangan pelajar, pejabat maupun disekitar lingkungan masyarakat umum, diharapkan bisa menekan angka penyalahgunaan Narkoba,” papar Yanto saat menggelar acara bersama pengurus DPD PANNA lainnya di SMA 15 Garut.
Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan roud show ke setiap sekolah yang ada di Kabupaten Garut. Sampai saat ini, kata Yanto, Pengurus DPD PANNA Garut setiap hari menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba di sekolah-sekolah yang tersebut di Kabupaten Garut.
Penyuluhan Anti Narkoba DPD PANNA Kavupaten Garut pada malam hari di SMK Bhakti Kencana Bayongbong bersama.
“Sebelum di SMA 15 Garut ini, kemarin kami menggelar Penyuluhan di SMK 1 Garut, SMA 19 Garut, SMK Bhakti Kencana dan SMK 9 Garut. Yang kami harapkan setidaknya pelajar dapat memahami dalam pencegahan bahaya Narkoba,” pungkas Yanto.
Dalam setiap kesempatan menggelar penyuluhan, pihak sekolah menyampaikan sangat berterimakasih pada DPD PANNA Garut, dimana penyuluhan Narkoba ini dapat memberikan wawasan dari segi peredaran, pencegahan Narkoba yang dinilai mengganggu tatanan kehidupan generasi bangsa selama ini.

Gencar Sosialisasi Bahaya Narkotika, DPD PANNA Garut Kunjungi SMK Bhakti Kencana



Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba disejumlah SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Garut. Kali ini, kegiatan pembinaan dan penyuluhan tentang bahaya Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) dan dampak penyalahgunaannya terhadap remaja dan  pelajar digelar di SMK Bhakti Kencana, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat (31/08).
Guna mengantisipasi meluasnya peredaran dan penggunaan obat terlarang  di kalangan pelajar tersebut, pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut juga menggandeng berbagai elemen masyarakat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba.
Ditegaskan oleh Duta DPD PANNA Kabupaten Garut yang juga sebagai narasumber pada acara tersebut, Yanto Susanto A MK dihadapan pelajar SMK Bhakti Kencana, Narkoba tidak akan membuat generasi muda di Kabupaten Garut maju dan pintar, namun yang akan terjadi hal sebaliknya, yaitu hanya masuk penjara atau mati karena over dosis.
“Langkah preventif dilakukan dengan sosialisasi tentang bahaya narkoba di sekolah-sekolah tingkat pertama dan menengah. Sehingga generasi muda bisa memahami bahayanya. Pelajar harus paham, narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi secara bersama. Selain menghancurkan generasi muda, juga merusak lingkungan,” tegas Yanto, yang kesehariannya bertugas di Puskesmas Bayongbong.
Staff guru SMK Bhakti Kencana, Uus Suryaman S Pd, ucapkan terima kasih kepada pengurus DPD PANNA kabupaten Garut yang telah sudi memberikan penyuluhan bahaya Narkoba kepada siswa-siswi sekolahnya
Acara yang digelar dihadiri pengurus DPW PANNA Provinsi Jawa Barat Lela, Kepala Sekolah SMK Bhakti Kencana yang diwakili staff guru dan BP, Uus Suryaman S Pd dan Drs Heryana Sachyana, Sekretaris dan anggota beserta Duta Narkoba DPD PANNA Kabupaten Garut.

Rabu, 12 September 2018

Dalam Rangka Pelaksanaan P4GN, DPP PANNA Tandatangani MoU dengan BNN Pusat



Dalam rangka pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), BNN tidak bisa bekerja sendirian. Kerja sama dengan berbagai lapisan atau komponen bangsa mutlak dilakukan salah satunya dengan DPP PANNA.
Tim PANNA diterima langsung Deputy Pencegahan, Perencanaan dan Direktorat Kerjasama BNN Pusat, Senin(10/09/2018).
Dalam pertemuan, DPD PANNA dan BNN membuat suatu kesepakatan bersama dalam hal menangkal bahaya narkoba dalam semua wilayah, mengingat bahagian dari DPD PANNA perannya untuk menyampaikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang berbagai hal termasuk bahaya narkoba kepada instansinya masing masing dan kepada masyarakat luas.
Dalam rangka memperkuat kerjasama yang mengikat, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H mengatakan masalah narkoba harus ditangani serius karena fakta saat ini prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai jutaan orang. 
Di hadapan Tim PANNA, Kepala BNN juga mengatakan bahwa ancaman narkoba yang perlu antisipasi serius adalah maraknya peredaran New Psychoactive Substances (NPS).
“Tak kurang dari 71 NPS sudah masuk menyerbu negeri ini sehingga masyarakat perlu diberikan pemahaman agar tidak terkontaminasi,” tegas Kepala BNN kepada Tim DPP PANNA.
Dalam menghadapi serbuan narkoba, Kepala BNN mengatakan, pihaknya tidak hanya bertahan menahan pasokan dengan cara defensive tapi juga proaktif menahan laju peredaran dari luar agar tidak masuk wilayah NKRI.
Senada dengan hal ini, Dimas Bayu Amarta Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PANNA mengatakan, sinergi yang dibangun antara BNN dengan pihaknya sangat penting dalam upaya pembangunan wilayah bersih narkoba.
DPD PANNA Garut Menjadi Barometer di Indonesia dalam Hal Penyuluhan-Sosialisasi Pencegahan serta Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Kabupaten Garut dan Sekitarnya.
“karena itulah perlu dibangun dulu wilayah percontohan yang gemilang kedepannya,” ujar Dimas Bayu Amarta usai tandatangani MoU.
Lanjut Dimas, bapak pendiri PANNA mengatakan, pihaknya dan BNN Pusat sepakat untuk saling bersinergi memerangi Narkoba di NKRI, dan dalam kesepakatan Kepala BNN sepakat akan dukung dan turun kelapangan terkait program atau Event Event yang akan dilaksanakan oleh PANNA.
Sebagai awal ditandatanganinya MoU, PANNA harus bergerak melakukan upaya nyata seperti yang tertuang dalam Inpres No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN 2018-2019.(Saut)

Saut Manullang,
Hubungan Internasional
DPD PANNA Kota Bekasi.
No.0812-1040-8755(WA)




Ketua KNPI Garut Gandeng DPD PANNA Sosialisasi Bahaya Narkoba ke OKP


Berbagai cara dilakukan oleh pengurus DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut dalam mensosialisasikan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Kabupaten Garut. Bekerjasama dengan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut, DPD PANNA akan menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Bahaya Narkoba.
Dalam hal ini, Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, TB Ayi Sasmita, berkunjung ke Sekretariat DPD PANNA Kabupaten Garut di Komplek Bumi Proklamasi, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (07/09). Dalam kesempatan tersebut, Ayi diterima langsung oleh Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana S Kom, bersama pengurus lainnya. Dikatakan Igie, kunjungan Ketua DPD KNPI untuk membahas rencana pelaksanaan sosialisasi bahaya Narkoba kepada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di lembaganya.
“Kunjungan Ketua KNPI untuk mengajak PANNA melaksanakan sosialisasi penyalahgunaan obat terlarang seperti narkoba dan zat adiktif lainnya kepada OKP-OKP yang berada di bawah naungan KNPI. Diharapkan dengan diberikannya materi terkait bahaya narkoba, pemuda Garut lebih tertarik untuk melakukan kegiatan yang positif,” 
Kunjungan Ketua KNPI Kabupaten Garut, TB Ayi Sasmita, diterima pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut di Komplek Bumi Proklamasi, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul,
Sementara Ketua DPD KNPI Garut mengatakan, dengan adanya kerjasama dengan penggiat anti narkoba DPD PANNA ini, diharapkan jajarannya akan lebih peduli dan menyayangi diri mereka supaya menghidari hal-hal yang membahayakan diri mereka. Kegiatan ini, imbuh Ayi, merupakan program kerja KNPI Kabupaten Garut.
“Penyalahgunaan Narkotika lebih rentan dilakukan kalangan muda, dalam penyuluhan bahaya narkoba nanti, semoga memberikan gairah dan dampak positif di kalangan pemuda yang ada di wilayah Kabupaten Garut. Kerjasama seperti ini diharapkan, dapat memberikan kontribusi dalam pemberantasan Narkoba di wilayah Garut,” pungkas Ayi.

Gencar Sosialisasi Bahaya Narkotika, DPD PANNA Garut Kunjungi SMK Bhakti Kencana



Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba disejumlah SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Garut. Kali ini, kegiatan pembinaan dan penyuluhan tentang bahaya Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) dan dampak penyalahgunaannya terhadap remaja dan  pelajar digelar di SMK Bhakti Kencana, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat (31/08).
Guna mengantisipasi meluasnya peredaran dan penggunaan obat terlarang  di kalangan pelajar tersebut, pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut juga menggandeng berbagai elemen masyarakat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba.
Narasumber DPD PANNA Kabupaten Garut, Yanto Susanto, A. MK.
Ditegaskan oleh Duta DPD PANNA Kabupaten Garut yang juga sebagai narasumber pada acara tersebut, Yanto Susanto A MK dihadapan pelajar SMK Bhakti Kencana, Narkoba tidak akan membuat generasi muda di Kabupaten Garut maju dan pintar, namun yang akan terjadi hal sebaliknya, yaitu hanya masuk penjara atau mati karena over dosis.
“Langkah preventif dilakukan dengan sosialisasi tentang bahaya narkoba di sekolah-sekolah tingkat pertama dan menengah. Sehingga generasi muda bisa memahami bahayanya. Pelajar harus paham, narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi secara bersama. Selain menghancurkan generasi muda, juga merusak lingkungan,” tegas Yanto, yang kesehariannya bertugas di Puskesmas Bayongbong.
Staff guru SMK Bhakti Kencana, Uus Suryaman S Pd, ucapkan terima kasih kepada pengurus DPD PANNA kabupaten Garut yang telah sudi memberikan penyuluhan bahaya Narkoba kepada siswa-siswi sekolahnya.
Acara yang digelar dihadiri pengurus DPW PANNA Provinsi Jawa Barat Lela, Kepala Sekolah SMK Bhakti Kencana yang diwakili staff guru dan BP, Uus Suryaman S Pd dan Drs Heryana Sachyana, Sekretaris dan anggota beserta Duta Narkoba DPD PANNA Kabupaten Garut. 





Launching HUT KE-1 PANNA, Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Garut Dipasang Stiker Anti Narkoba

Apel pagi dan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2019 yang berlangsung di lapangan Setd...